Let us be there ... (unfinished)

Senin, 03 Juni 2013

February 24, 2006
It was when we decided out of blue to write about each other on a piece of paper at Telkom Mosque. A promise. An idea came up for us to gather once again on the same date ten years later. It was like a big brilliant idea we had ever into.

2007
I can't remember the exact date. There we wrote down our imagination to fly to Great Britain.

September 27, 2008
"It's been a while ..." We went to different high school. Meet up!
Belakang: Tiwi, Me, Syasya
Depan: Mb Wul, Devi

June 21, 2009
I graduated from high school. I took acceleration class, that's the reason. For some unknown reasons I felt vague ... but they were always there. Perhaps Mb Wul remembered how often I ran to you. Your words always encourage me to go.


May 28, 2012
From: Wulan Nur Jatmika

Kawan, kalau aku nggak ketemu kalian, aku nggak bakalan kenal Sherlock Holmes. Kalau aku nggak ketemu kalian, aku nggak bakalan suka lagi sama Westlife. Kalau aku nggak kenal kalian, aku mungkin juga nggak akan suka –sampai segila itu- sama Kaka, sama sepak bola. Dan kalau kita nggak segila itu sukanya sama Sherlock Holmes, kita nggak akan kepikiran London untuk jadi tugas recount Bahasa Inggris kita waktu kelas tiga. Kalau bukan nulis tentang London dan Sherlock Holmes-nya, aku nggak bakalan se-passionate itu ngerjain tugas recount-nya. Dan tanpa itu semua, aku bahkan nggak akan pernah mampu merakit mimpi-mimpiku.


Inget, kan, betapa passionate-nya kita ngerjain tugas recount itu? Sampai browsing setengah mati nyari nama bandara internasionalnya London –Heathrow. Sampai nemu-nemunya siapa yang mendirikan Buckingham Pallace –yang nemu kamu, Ma, di Encarta ya kan? Sampai iya-iyanya tau apa aja yang disimpen di National Gallery (atau British National Museum ya?) –nemu dari Encarta juga. (*I don't even remember >.< but sure I was Encarta addict) Bahkan sampai nyebut nama restoran sama hotelnya –Black Swan, kesebut di novel Sherlock Holmes. Aku masih punya draft kasar tulisan tangan kita berdua, Ma, di buku yang gambarnya peta dunia jaman kuno itu –yang isinya ada percakapan-percakapan bodoh kita juga,haha. Ketawa aku mbaca itu lagi. Bahasanya –agak wagu, grammarnya salah sana sini, to be-nya kurang sana sini. Aku masih inget banget Bu Rini komen waktu itu (walaupun dah agak lupa kalimat pastinya), pokoknya intinya beliau bilang, “Bagus, hanya ada beberapa to be yang kurang, tapi itu nggak papa, namanya juga belajar. Tapi kalau kalian mau buat recount harus diperhitungkan rasionalitas dan logikanya juga, boleh ngarang asal nggak ngarang-ngarang banget. .” Yah, pokoknya waktu itu ibunya protes soalnya kita berangkat dari Bandara Adi Sucipto instead of Soekarno-Hatta, padahal kan satu-satunya bandara internasional di Indonesia cuma Soekarno-Hatta. Batinku waktu itu, “Lhah siapa tau besok waktu kami kesana beneran Adi Sucipto dah jadi bandara internasional?!” Walaupun sekarang aku tau itu susah, soalnya panjang landasannya tidak memenuhi standar internasional #apasih. Tapi selain to be dan bandara itu everything was good. Oh, inget juga ibunya komentar tentang present tense yang kita gunakan untuk komentar tentang keadaan disana, e.g: It IS a beautiful pallace! Ibunya bilang itu boleh, kan sampai sekarang Buckingham Pallace is still beautiful. 



Yah, overall, meskipun nggak sempurna, tulisan itu sangat sangat sangat sempurna bagiku untuk bermimpi suatu hari bisa beneran berkunjung kesana. Ke Baker Street 221B, ke Museum Madam Tussaud, Buckingham Pallace, Big Ben, Parliament Building, London Eye, dan apapun deh yang ada disana! Sungguh, Allah sepertinya sengaja mempertemukanku dengan kalian untuk belajar dan menemukan banyak hal bersama kalian. Belajar tentang dunia dan menemukan mimpi-mimpiku disana. Menemukannya untuk kemudian mengejarnya, dengan kesungguhan yang sama ketika mengerjakan recount text itu, bahkan lebih. Kalianlah inspirasi. Dan sungguh, kalian adalah satu masa dalam hidupku yang aku nggak pernah menyesal pernah melaluinya, nggak pernah bosan aku ingat-ingat, nggak pernah berhenti senyum kalau ingat semua itu. Sekarang kita memang meniti jalan kita masing-masing, tapi di suatu ujung nanti kita akan bertemu. Entah di San Siro, di Barcelona, di London, di SMP 5, atau seperti yang sudah kita sepakati –di Masjid Telkom, 2016. Biarlah Allah saja yang memutuskan, karena Dia yang lebih tau daripada kita semua, karena rencana-Nya sungguh lebih indah dan tak terduga dari rencana kita. 



Salah satu nikmat-Nya yang nggak pernah bisa aku dustakan adalah kalian, Kawan! Terima kasih, atas persahabatan yang indah dan hangat. Terima kasih untuk genggaman tangan yang saling menguatkan. Terima kasih untuk senyuman semangat di setiap pagi :)



Teruntuk:

- Kurnia Rahmawati Sholihat 
Kawan duduk tiga tahun berturut-turut, sempat disebut pentium satu tapi pintar luar biasa, kawan yang aku iri karena kepintarannya, karena semangatnya, karena ibadahnya, karena hangat persahabatannya, bahkan karena kekonyolannya :) Kawan loper koran pagi hari, kawan ngenet satu bilik, teman menggila menulis percakapan komik dan film (setelah dipikir-pikir kita aneh banget ya, Ma? haha #noproblem) aku juga masih nyimpen kertas yang kamu kasih ke aku waktu itu yang isinya sistematika kode boneka menari sama kode bulan dan bintangnya di Conan, I really treasure it :) We maybe never said love to each other, but i just know we felt it inside, even now I do. Aku padamu, Ma, mungkin tidak seperti sahabat pada Muhammad, tapi bolehlah kita sebut diri kita partner in crime yang luar biasa. Banyaaaak banget hal-hal yang kita lakukan bersama-sama, dan rasanya semua itu bahkan nggak akan muat ditulis dalam buku Sidu 32 lembar. Thanks, my dear, for everything, nobody can afford to repay you but Allah #bighug Maafin aku ya, Ma, aku banyak salah sama kamu, nggak bisa jadi sahabat yang sempurna untukmu T.T Semoga sampai surga kita tetap jadi sahabat :D


- Devi Rahmayani Budaya Putri 

yang setiap pagi dateng sambil senyum sambil kriyip-kriyip, apalagi habis Milan menang malemnya :D The Comical Face yang disayang semua orang, selalu menggebu-gebu hingga mecucu. Bersahaja dan berhati nurus, eh, lurus maksudnya :Dv selalu ceria setiap saat, semoga nggak pernah galau ^,^ Kakakmu jahat nggak ngundang aku ke nikahannya, di Jerman ya? Jauuuuh T.T Thanks, Bud, for everything. Senyummu yang selalu bisa mengembalikan mood kami semoga selalu terjaga sampai surga nanti. #bighug


- Setyo Utami Wisnusanti 

Temanku yang hampir 8 tahun bersama #bighug, model 60 degrees yang aku salut dan iri atas perbaikan yang selalu ia tampakkan. Hei, kawan-kawan semuanya, sepertinya predikat paling alim sepertinya paling patut disandangkan pada Santi :D Teman pulang naik bis jalur 2, yang kurus tapi makannya paling banyak, tapi nggak gendut-gendut. Betapa irinya aku padamu, huhuu. Thanks, Sist, for not bored being my friend all this time, menerima segala kekacauanku, menggila bersamaku –tapi kamu nggak segila aku ding,haha. Maaf ya San, selama ini pasti aku pernah menyakitimu T.T semoga di surga sana makanannya bisa menggemukkanmu :)


- Syasya Yuania Fadila Mas’udi 

Saudara kembarku tersayang, kau membuktikan bahwa jadi saudara kembar nggak harus sama, haha. Kamu anak pertama, aku anak bungsu. Kamu langsing, aku langsung. Sedikit lebih judes dan cerewet dibanding kita semua (cuma dikit kok Syaaaa :Dv) yang paling riweuh sama kesehatan dan kebersihan. Pengakuan dosa: aku pernah menyebutmu nenek sihir waktu kelas satu. Maaf yaaa T.T Thanks ya, Sya, mau jadi saudara kembarku. Walau aku nggak layak jadi saudara kembarmu, ketahuilah bahwa aku menyayangimuuu #kisskiss Semoga jadi saudara kembar terus sampai surga :D


- Pratiwi Yunianto 

Ini dia yang ditunggu-tunggu! Kaulah Sang Pembeda. Satu-satunya Barcelonista ditengah Milanisti. Yang pandai mengarang lagu, suka sama Sheila on Tuju –sama kayak aku :D. Selalu konsisten merah-biru ditengah merah-item, selalu Messi di tengah fans Kaka. Paling jago gambar sekelas, dan yang paling bisa main piano di antara kita semua (kata-kata “paling bisa” seperti menggambarkan kalau kita bisa walaupun nggak yang paling bisa –padahal yo ora blas,haha) Thanks, Tiw, for making such a wonderful song, I still remember it. Maafin aku ya Tiw, atas segala kenakalan dan prasangka #bighug Jadilah berbeda di antara yang tergerus histori, semoga pekerjaanmu menjadi jalanmu menuju surga :)


Untuk kalian semua Sahabatku tersayang, aku mencintai kalian semua karena Allah, insyaAllah. Dan aku memohon pada Allah agar kalian menjadi insan-insan terbaik di masa kita,menjadi wanita-wanita sholihah, yang dirindu surga, yang para bidadari pun cemburu pada kalian. 



Realita kehidupan terbangun atas mimpi-mimpi. Dan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu kita hanya butuh menjadi sedikit lebih dari orang lain. Sedikit saja, tidak banyak. Walau terkadang berjuang untuk yang sedikit itu tidak mudah, yakinlah yang menanti di puncak akan menjadi lebih indah :)



#sebagian hatiku plong setelah nulis ini :D




April 9, 2013
A photo was sent to me!!!. Mb Wul, is the first to complete the itinerary we made. It's March 21 she stepped her very feet on the written land. London --Sherlock Holmes Museum, Big Ben, so on XD

June 2, 2013
I'll write back to you ... even though this will need some 'chapters' I'll update it in the future.

Mb wul, refer ke tulisanku di facebook yang judulnya MyfriendMyrivalMyshield I LOVE YOU itu actually nyeritain Mb Wul --sahabat yang gada habis-habisnya aku kagumi dan where I could rely on. Blame ingatanku yang sedikit soak, aku ga inget sih dulu kita kenalan sampe bisa duduk semeja terus gimana tapi ada satu hal yang aku inget, kalo Mb Wul inget juga KRATOZ mading Bahasa Jawa yang kita buat bareng pas lomba antar kelas I think that's  the very first time I realized kita "compatible" :3. Kerjane Rapi Tur ngatos-atOZ XD kalo inget kepanjangannya kok absurd banget ya. Judul final *menurut sumber kedua (read: Mb Wul) adalah KRATON (huruf akhirnya bisa fleksibel antara Z dan N) --Kerjane RApi Tur Ora watoN. *tetep absurd :p

I always rely on you, kelas 1 SMP. Kita nonton suster ngesot di Bioskop Mataram (masih ada dulu) harga tiket masih 7ribu/orang (dibayarin Nad sih) itu beneran kalo dipikir aku ngegembel banget, dateng pake kaos oblong celana pendek, jangankan tas, dompet pun ga bawa, hape apalagi. Aku juga heran, bisa nyantai aja dengan modal "trust" gw ga bakal kenapa-napa kok. Dan yeah baru sedikit mikir setelah komentarmu "Untung kamu jalan (balik ke depan Telkom) bareng aku, kalo ga uda ky anak ilang." Yea saya introspeksi diri.

Masih di kelas 1 SMP. Hari terima rapor, hari itu juga Mb Wul ngasih kado ulang tahun I was 12!!! LOL so young. Pas pulang (uda jalan, di mobil) aku mikir, kok ono sing kurang ya? Tas!! demi Allah aku lali sakplengan. Trus sms kamu Mb Wul, dan balasan yang muncul adalah jawaban santai tapi nglegake "Oh, tak bawa. Lha ra ono sing ngopeni." Aku langsung ketawa ngakak baca kalimat terakhir. Jadilah tas dan kado nginep di rumahmu 2 minggu kemudian.

Kelas 2 SMP kegilaan terhadap Conan, Sherlock, Kaka, mulai. Dan satu lagi yang masih jadi pertanyaanku nyampe sekarang soal gosipan aku sama Ito itu actually dari mana. The very person yang jadi kompor I have to reveal kecurigaan ke Mb Wul LOL. Disregard sumber awalnya dari mana, but you're the closest one to me tapi paling passionate kalo ngambil paparazzi picture xD. Btw, mungkin aku jadi nulis fanfic karena awalnya dari kebiasaan kita yang hobby bikin "cerpen" bahasa indonesia yang ditulis ganti-gantian dengan tokoh Ran dan Shinichi haha. Ada di buku bahasa indonesia sampul putih punyamu (literally kita nyatet pelajaran di satu buku). Kegilaan sama cerita detektif sampe kebawa-bawa kalo tiap pagi cara identifikasi aku datang lebih dulu dari Mb Wul apa nggak dilihat dari jejak sepatu di jalan samping TU kalo gada jejakmu berarti aku duluan (aku sampe hafal jejak sepatumu ato bukan XD). Jangan lupakan Sabda Alam jaman itu LOL.

Jujur, aku ga inget kita dulu ada ga sih contek-contekan? Seingetku kita main bersih *cieeh. But one thing, kalopun aku nyontek ya ga ketauan berarti *ga inget soale* mataku masih dengan performa maksimum radius berapa meja masih bisa lihat jawaban dan muka innocent yang ga pernah kena tuduh kalo ada yang main nyembunyiin barang (padahal aku yang disuruh nyimpen :p). Thanks to you, aku pernah mampir terminal giwangan, yang balik dari rumah Eida kita ngerjain tugas apa sih mpe lupa kalo dulu sih misal kelompok sama Ei ato Mira, bawaannya kita kemana-mana tinggal panggil supir *things seem easy haha. Nah, yang baliknya kita naik jalur 7, bener buat mb wul tp salah arah buat aku yang mau ke ELTI ujian pula. Akhirnya nyampe terminal giwangan. Trus naik bus apa gitu Mb Wul nyuruh aku turun di perempatan Imogiri Barat trus suruh ganti jalur 2. (at that time, perempatan imogiri??apaan tuh?). Gatau Mb Wul baca mukaku apa ya, aku yang ga pernah ngebus sejauh itu dan ga paham perbendaharaan jurusan bus, trus bilang "Tar ta kasih tau kalo mau turun, trus tar ada bapak-bapak gt jangan takut dia yang biasa nyariin bus, tenang aja." Plus itu jalanan masih berantakan sana sini pasca gempa. That's it akhirnya bisa kembali on-track dan ujian saya selamat. Pertama kalinya dari Pandega (Ring Road Jakal) sampe ELTI Sabirin makan waktu hampir 2 jam.

Ini baru sebagian dari banyak cerita lain, but really I do love you Mb Wul. Walaupun kita beda SMA pas aku lihat namamu masuk koran dst. feels like "it's her! my friend. she's awesome". Walaupun kita beda fakultas, bahkan namamu muncul di fakultasku, again "as expected, it's her!"
I'm so happy that we're connected, that it becomes my reminder not to give up. Maa~ countless times already you save me. Thank you ^______^

いつも友達でいてくれてありがとう!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.

about me ..

Foto saya
Hi, I'm Ama Thank you for visiting my blog. This blog mainly contains my random talk since 2011 when I was still a full-time student :) Feel free to stroll around.

friends of mine

 

© 2010 pumpkin's journey, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV